Sepuluh tahun Netflix hadir di Korea Selatan mengubah ekosistem produksi dan distribusi konten, memperluas genre, membuka peluang bagi aktor baru, dan membawa K-content ke pasar global.
Sepuluh tahun setelah memasuki pasar Korea Selatan, Netflix tidak lagi sekadar menjadi platform untuk menonton film dan serial. Kehadirannya ikut mengubah cara konten Korea diproduksi, genre yang dikembangkan, aktor yang mendapat kesempatan tampil, hingga bagaimana karya dari Korea menjangkau penonton global.
Netflix mulai menyediakan layanannya di Korea pada Januari 2016. Dalam satu dekade, istilah K-content berkembang dari produk hiburan yang terutama dikenal di kawasan Asia menjadi bagian dari arus utama industri hiburan global. (The Korea Times, 3 Oktober 2026).
Netflix Korea sendiri mencatat bahwa pada 2018, Yoo Byung-jae: Black Comedy menjadi Netflix Original Korea pertama. Setahun kemudian, Kingdom menjadi serial Korea pertama Netflix dan memperkenalkan konsep K-zombie kepada penonton internasional. (Netflix, 7 Januari 2026).
Membuka Ruang untuk Cerita yang Tidak Biasa
Salah satu perubahan yang terlihat adalah semakin terbukanya ruang bagi cerita dan genre yang sebelumnya relatif sulit mendapatkan pendanaan melalui pola produksi konvensional.
Film Okja karya sutradara Bong Joon-ho yang dirilis pada 2017 menjadi salah satu contoh. Film tersebut menggabungkan kisah korporasi besar dengan seekor hewan hasil rekayasa genetika, sebuah premis yang tidak mudah ditempatkan dalam formula film komersial tradisional.
Perkembangan serupa terlihat pada sejumlah produksi yang mengangkat karakter perempuan sebagai pusat cerita, seperti Ballerina, Kill Boksoon, The Call, The Price of Confession dan Mask Girl. Netflix juga memberikan ruang bagi genre fiksi ilmiah melalui Space Sweepers dan Jung_E, sementara Unlocked mengembangkan premis yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari ke arah berbeda. (The Korea Times, 3 Oktober 2026).
Tidak semua karya tersebut menjadi hit global. Namun, kemunculan berbagai genre tersebut menunjukkan bertambahnya pilihan bagi kreator Korea dalam mengembangkan cerita di luar formula yang sebelumnya lebih umum digunakan.
Squid Game Mengubah Pertanyaan tentang Pasar Global
Pembicaraan mengenai perjalanan Netflix di Korea hampir tidak dapat dipisahkan dari Squid Game.
Serial tersebut menggabungkan permainan tradisional Korea dengan cerita tentang perjuangan hidup dan berhasil menarik perhatian penonton di berbagai negara. Netflix mencatat Squid Game bertahan selama 32 pekan berturut-turut dalam daftar Global Top 10, termasuk sembilan pekan di posisi pertama. (Netflix, 7 Januari 2026).
Keberhasilan tersebut kemudian diikuti berbagai judul Korea lain, antara lain Kingdom, Sweet Home, Bloodhounds, Hellbound, D.P., The Glory dan When Life Gives You Tangerines. Sejumlah karya tersebut memperlihatkan bahwa cerita dengan latar dan karakter Korea dapat menjangkau penonton lintas bahasa dan budaya.
Netflix menyebut lebih dari 210 karya Korea telah masuk daftar Global Top 10 sejak daftar tersebut mulai dihitung pada Juni 2021. (Netflix, 7 Januari 2026).
Peluang bagi Aktor Baru
Perubahan juga terlihat dalam proses munculnya wajah-wajah baru di industri hiburan Korea.
Produksi Netflix memperluas kesempatan bagi aktor yang sebelumnya belum menjadi nama besar untuk mendapatkan perhatian melalui karakter yang mereka perankan. Lee Han-byeol melalui Mask Girl, Lee Yeon melalui Juvenile Justice, serta Shin Seung-ho, Moon Sang-hoon dan Yoo Soo-bin melalui D.P. menjadi sejumlah contoh yang disorot dalam perjalanan Netflix di Korea.
Serial Giri juga melibatkan sejumlah pendatang baru, antara lain Jeon So-young, Kang Mi-na, Baek Sun-ho, Hyun Woo-seok dan Lee Hyo-je. Fenomena tersebut menunjukkan adanya jalur lain bagi aktor untuk mendapatkan perhatian, yakni melalui kekuatan cerita dan karakter, bukan semata-mata popularitas pemeran sebelum sebuah produksi dirilis. (The Korea Times, 3 Oktober 2026).
Investasi Besar dan Perluasan Pasar
Netflix juga memperbesar investasi langsungnya dalam industri konten Korea.
Pada April 2023, Netflix mengumumkan rencana investasi US$2,5 miliar di Korea selama empat tahun untuk produksi serial, film dan program nonfiksi. Nilai tersebut disebut sekitar dua kali lipat dari total investasi yang diumumkan Netflix sejak mulai beroperasi di Korea pada 2016. (Netflix, 24 April 2023).
Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Netflix untuk bekerja sama dengan ekosistem kreatif Korea dan membawa karya-karya lokal kepada penonton internasional.
Pada 2026, strategi tersebut juga terlihat dalam keterlibatan Netflix di berbagai festival film internasional. Salah satunya melalui Possible Love, film terbaru sutradara Lee Chang-dong.
Film yang dibintangi Jeon Do-yeon, Sul Kyung-gu, Zo In-sung dan Cho Yeo-jeong itu dipilih dalam sejumlah festival internasional, termasuk Festival Film Venesia, Toronto International Film Festival dan New York Film Festival. Film tersebut juga menjadi wakil resmi Korea Selatan untuk kategori Best International Feature Film pada Academy Awards ke-99. (Netflix, 2 September 2026).
Dari K-Content ke Pasar Global
Perjalanan Netflix selama satu dekade juga berlangsung bersamaan dengan meningkatnya konsumsi konten Asia di pasar global.
Netflix menyebut bahwa pada 2026, judul-judul Asia Pasifik menyumbang lebih dari separuh daftar mingguan Global Top 10 untuk kategori tayangan non-Inggris. Angka tersebut meningkat dari sekitar 30 persen pada 2021. Netflix juga mencatat jumlah jam tayang konten Asia Pasifik di platformnya telah meningkat empat kali lipat sejak 2019. (Netflix, 17 Juni 2026).
Untuk konten Korea secara khusus, Netflix menyatakan lebih dari 80 persen anggotanya di seluruh dunia telah menonton konten Korea. Riset yang dilakukan 2CV atas permintaan Netflix melibatkan lebih dari 11.500 responden di delapan negara untuk melihat pengaruh K-content terhadap cara penonton memahami budaya Korea. (Netflix, 25 Juni 2025).
Memasuki Babak Berikutnya
Memasuki tahun ke-10, Netflix Korea juga memperluas keterlibatannya dalam ekosistem perfilman dan pengembangan kreator. Pada Festival Film Internasional Busan 2026, Netflix membawa lima judul dari berbagai genre, termasuk Possible Love, serta menjalankan kembali program Creative Asia untuk mendukung generasi baru pembuat film Asia. (Netflix, 2 September 2026; Netflix, 16 September 2026).
Sepuluh tahun perjalanan Netflix di Korea menunjukkan perubahan pada dua sisi sekaligus: platform tersebut menjadi bagian dari kebiasaan menonton masyarakat Korea, sementara karya-karya Korea mendapatkan jalur distribusi yang semakin luas ke pasar internasional.
Jika pada awalnya pertanyaannya adalah apakah cerita Korea dapat diterima penonton global, perkembangan Squid Game dan ratusan judul lainnya telah memperlihatkan bahwa batas tersebut semakin terbuka. Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana industri kreatif Korea mempertahankan keberagaman cerita dan terus memperluas jangkauan K-content di pasar dunia. (ASATUNEWSBUZZ-01)
