Rekor pecah! Film horor ‘Salmokji: Whispering Water’ resmi jadi film horor Korea terlaris sepanjang masa, kalahkan ‘A Tale of Two Sisters’ dengan 3,17 juta penonton. π¨
Takhta film horor legendaris Korea Selatan resmi berganti pemilik, Bestie! Berdasarkan data terbaru dari Dewan Perfilman Korea (KOFIC) pada Senin (18/5), film horor supranatural “Salmokji: Whispering Water“ resmi dinobatkan sebagai film horor Korea paling banyak ditonton sepanjang masa.
Selama akhir pekan kemarin (Jumat hingga Minggu), film ini berhasil menambah 90.972 penonton. Angka tersebut sukses mendongkrak total akumulasi penonton mereka menjadi 3,17 juta penonton sejak rilis perdana pada 8 April lalu!
Catatan fantastis ini resmi menggeser rekor abadi film masterpiece tahun 2003, “A Tale of Two Sisters”, yang selama puluhan tahun bertahan di puncak dengan capaian 3,14 juta penonton. Gokil banget, rekor dua dekade akhirnya runtuh juga!
Misteri Waduk Angker Salmokji yang Bikin Merinding πΎπ
Dibintangi oleh aktris berbakat Kim Hye-yoon sebagai Soo-in, “Salmokji” menceritakan tentang kru film yang nekat mendatangi sebuah lokasi demi mengejar deadline syuting. Alih-alih selesai tepat waktu, mereka justru terjebak dan tenggelam semakin dalam ke dalam teror mistis menyerupai rawa-rawa yang tak ada jalan keluarnya.
Biar kamu tahu aja nih Bestie, nama “Salmokji” sendiri diambil dari lokasi asli, yaitu sebuah waduk di County Yesan, Provinsi Chungcheong Selatan. Waduk ini memang sudah lama jadi buah bibir warga lokal sebagai titik panas aktivitas paranormal (paranormal hotspot) yang punya sejarah panjang penampakan hantu. Pantas saja aura horornya kerasa real banget!
Tetap Kokoh di Tengah Gempuran Film Hollywood πΏπΊπΈ
Meskipun berada di posisi keempat dalam tangga box office akhir pekan iniβdi bawah film-film raksasa luar negeri seperti “Michael” yang memimpin dengan 470.375 penonton, disusul “The Super Mario Galaxy Movie”, dan “The Devil Wears Prada 2”βprestasi “Salmokji” di jalur lokal tetap tidak terkalahkan. Menjadi nomor satu di genre horor domestik sepanjang sejarah adalah pencapaian yang luar biasa bagi film ini.
Asatu Insight: Analisis ‘Horor Renaissance’ Versi asatunews.buzz βπ§
Kenapa tumbangnya rekor A Tale of Two Sisters oleh Salmokji ini jadi obrolan krusial di tahun 2026? Tim Admin punya analisis tajamnya:
Faktor Kim Hye-yoon Effect: Kehadiran Kim Hye-yoon sebagai pimpinan kru film (Soo-in) memberikan daya tarik akting yang emosional dan kuat. Setelah sukses besar di berbagai drakor populer, fandom-nya yang loyal ikut mendongkrak angka penjualan tiket di bioskop secara masif.
Tren Horor Berbasis ‘Urban Legend’ Asli: Sama seperti tren horor etnik di Indonesia, penonton Korea saat ini mulai jenuh dengan hantu modern atau sekadar jumpscare. Mereka lebih menyukai teror psikologis yang diangkat dari lokasi mistis dunia nyata (seperti Waduk Yesan), karena memberikan efek ketakutan yang membekas bahkan setelah keluar bioskop.
Kemenangan Sinema Independen atas Nostalgia: Mengalahkan rekor film garapan sutradara legendaris Kim Jee-woon (A Tale of Two Sisters) bukan perkara mudah. Ini membuktikan bahwa formula sinema horor baru yang menggabungkan elemen batasan waktu (deadline terror) dan ketakutan klausustrofobik sangat sukses memikat hati Gen Z dan Milenial Korea.
Vibe Check: πποΈ Gimana nih, Bestie? Melihat kesuksesan luar biasa film ini di Korea, apakah kalian juga penasaran pengen lihat akting totalitas Kim Hye-yoon dikejar hantu waduk? Spill ekspektasi kalian di kolom komentar, ya!
