Ruben Onsu siap daftarkan gugatan hak asuh anak pekan depan usai Betrand Peto (Onyo) curhat pilu di medsos soal dugaan verbal abuse & doktrinasi negatif!
Babak baru perseteruan pascaperceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah memasuki fase krusial yang makin memanas. Ruben Onsu resmi menginstruksikan tim kuasa hukumnya untuk segera mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke pengadilan setelah mengendus adanya situasi psikologis yang dinilai sudah tidak sehat di lingkungan tempat tinggal anak-anaknya saat ini.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa keputusan ini bulat diambil menyusul unggahan Instagram Story emosional dari Betrand Peto alias Onyo. Dalam unggahan tersebut, Onyo secara terbuka membongkar adanya hasutan, tekanan verbal, hingga perlakuan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh lingkaran dalam keluarga Sarwendah, spesifik mengarah pada sang tante, Wendy Lo.
“Sekarang sudah tidak perlu pertimbangan, Ruben sudah meminta kita untuk mulai mempersiapkan gugatan itu. Kalau kita lihat dari unggahan Onyo, memang ada beberapa karakter yang difitrahkan di situ yang menurut pendapat saya tidak aman buat anak-anak. Ada hasutan, ada provokasi, ada tindakan kekerasan, ada verbal abuse,” tegas Minola Sebayang tanpa ragu.
Kronologi & Poin Panas Sengketa Ruben Onsu vs Sarwendah
Hubungan keduanya pascaresmi cerai pada 24 September 2024 silam nyatanya penuh riak tersembunyi. Mulai dari urusan setoran nafkah yang macet sampai aksi batasi ruang temu anak akhirnya meledak ke publik.
Biar kamu gak kudet, berikut tabel ringkasan poin perseteruan sengit kubu Ruben vs kubu Sarwendah versi asatunews.buzz:
| Poin Polemik Utama | Posisi & Argumen Kubu Ruben Onsu | Posisi & Pembelaan Kubu Sarwendah |
| Akses Pertemuan Anak | Menduga ada upaya penutupan fakta dan pembatasan ruang agar anak-anak tidak jujur bercerita kepada Ruben. | Membantah keras adanya tuduhan penutupan akses atau pembatasan bagi Ruben untuk bertemu anak-anak. |
| Penghentian Nafkah | Mengaku menyetop nafkah sejak Desember 2025 karena kesepakatan hak bertemu anak pascacerai dilanggar pihak S. | Sempat menjadi polemik di ruang publik sebelum akhirnya ada lampu hijau untuk berdiskusi. |
| Pemicu Gugatan Hak Asuh | Unggahan Instagram Story Betrand Peto yang membela Ruben dan menuding adik Sarwendah (Wendy Lo) melakukan provokasi. | Pihak keluarga belum memberikan komentar mendalam terkait tudingan spesifik terhadap Wendy Lo. |
| Agenda Rekonsiliasi | Menyambut baik undangan diskusi dari Sarwendah, namun jadwal belum cocok karena kesibukan syuting. | Membuka pintu komunikasi dan mengajukan tanggal pertemuan demi mencari titik temu. |
Benteng Perlindungan Ruben: Serahkan ke Hukum, Ogah Main Medsos
Di tengah gempuran komentar miring netizen, pembawa acara Brownis ini memilih buat tetap berkepala dingin, Bestie. Ruben mengaku sengaja membatasi diri membaca hujatan netizen dengan menyerahkan pengelolaan akun Instagram pribadinya kepada tim manajemen.
“Langkah yang mau kita lakukan ke depan semua masih by phone (dengan pengacara). Penggodokannya harus dipikirkan baik-baik. Saya lelah, tapi berusaha tetap tenang. Yang penting, Bang Minola selalu memberikan arahan terbaik. Saya percaya pasti akan ada pelangi setelah ini,” ujar Ruben optimis saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Asatu Insight: Analisis ‘Sisi Gelap Drama Keluarga Selecta’ Versi asatunews.buzz
Kenapa kasus perebutan hak asuh anak antara Ruben dan Sarwendah di pertengahan tahun 2026 ini bener-bener kritis? Tim Admin punya analisis tajamnya:
-
Bahaya ‘Digital Spillover’ Korban Anak: Curhatan Onyo di medsos yang menyerang lingkaran keluarga Sarwendah jadi bukti kalau platform digital sering dijadikan tameng pertahanan atau bahkan senjata menyerang oleh anak remaja yang terjebak di tengah perceraian orang tua. Alih-alih kelar, ekspos miring ini malah memicu cyberbullying massal dari netizen dan menguras energi mental si anak sendiri.
-
Ego ‘Co-Parenting’ yang Gagal: Langkah Ruben menyetop nafkah sejak Desember 2025 dengan alasan “dipersulit ketemu anak” menunjukkan bagaimana ego orang dewasa kerap mengorbankan hak dasar anak. Di Indonesia, pihak yang memegang hak asuh fisik sering bertindak sebagai “penguasa penuh”. Keputusan Ruben membawa kasus ini kembali ke jalur hukum adalah langkah konstitusional yang jauh lebih elegan dibanding saling sindir lewat konten infotainment.
-
Ancaman ‘Parental Alienation’ pada Onyo: Posisi Onyo sebagai anak angkat yang sangat loyal ke Ruben bikin dia rentan mengalami sindrom Parental Alienationβsituasi di mana anak diposisikan untuk membenci salah satu orang tuanya akibat doktrin lingkungan sekitar. Dugaan verbal abuse ini wajib dibuktikan secara forensik psikologi di pengadilan anak, bukan cuma modal asumsi dari status medsos!
Vibe Check:Β Sad & Intense
Sedih banget ya, Bestie. Konflik ini jadi pengingat keras buat kita semua kalau sekaya atau sepopuler apa pun sebuah keluarga, anak-anak tetaplah korban paling rapuh dari sebuah perceraian yang tidak diselesaikan secara matang dan kepala dingin. Semoga ada jalan terbaik buat Onyo dan adik-adiknya!
Gimana tanggapan kamu soal langkah radikal Ruben Onsu ini, Bestie? Yuk, tulis opini kalian di kolom komentar bawah! Source
