Byeon Woo Seok susul IU minta maaf terkait kontroversi distorsi sejarah drama ‘Perfect Crown’. Netizen Korea ngamuk soal blunder protokol Joseon di episode 11! π¨
Tekanan publik bener-bener nggak main-main! Setelah bungkam selama akhir pekan karena takut salah bicara dan memperkeruh suasana, Byeon Woo Seok akhirnya resmi merilis surat terbuka di media sosialnya hari ini, Senin (18/5/2026).
Aktor yang memerankan karakter Pangeran Agung Ian ini mengaku sangat menyesal. Ia blak-blakan merasa berdosa karena sebagai aktor utama, dirinya kurang memiliki kepekaan dan pemahaman yang mendalam terhadap konteks sejarah yang diangkat dalam drama tersebut.
“Dalam proses pembuatan film dan akting, saya kurang memikirkan konteks sejarah dan bagaimana hal itu akan diterima oleh penonton. Melalui kritik kalian, saya terdorong untuk merenung kembali,” tulis Byeon Woo Seok penuh penyesalan.
Pemicu Amukan Netizen: Episode 11 yang Dianggap ‘Menjual’ Harga Diri Bangsa π¨βοΈ
Biar kamu paham kronologinya nih, Bestie. Drama Perfect Crown sebenarnya sudah dikritik sejak awal tayang oleh netizen Korea dan sejarawan. Tapi, bom atom kemarahan publik baru benar-benar meledak setelah Episode 11 mengudara.
Kenapa? Karena di episode itu muncul kontroversi yang sangat sensitif bagi warga Korea, yakni isu yang mirip dengan “Proyek Timur Laut” (klaim sejarah sepihak). Ada dua blunder fatal dalam protokol era Joseon yang ditampilkan:
Skandal Istilah “Cheonse”: Dalam upacara penobatan karakter Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok), drama ini menggunakan istilah “Cheonse” (ungkapan sumpah setia negara bawahan kepada kaisar lain). Padahal seharusnya menggunakan “Manse” yang melambangkan kejayaan negara merdeka!
Kasta Mahkota yang Turun Kelas: Sebagai raja/kaisar dari negara merdeka, karakter Ian seharusnya mengenakan mahkota 12-jeon myeongnyugwan (12 untaian permata). Namun di drama, ia malah dipakaikan 9-ryu myeongnyugwan yang secara sejarah merupakan simbol bagi negara bawahan atau tunduk pada kekaisaran lain. Netizen pun langsung meradang karena merasa sejarah Joseon direndahkan!
Tim Produksi Sudah Angkat Tangan dan Minta Maaf π³οΈπ¬
Sebelum Byeon Woo Seok dan IU merilis permintaan maaf pribadi, tim produksi Perfect Crown sudah lebih dulu maju ke depan publik pada Sabtu (16/5/2026) lalu untuk mengakui kecerobohan mereka.
Meskipun mengusung genre fiksi-romantis dan sejarah alternatif (alternative history), mereka sadar bahwa urusan protokol kerajaan Joseon tidak bisa diotak-atik seenak jidat. Mereka mengaku gagal meninjau secara teliti bagaimana evolusi protokol sejarah berkembang dari waktu ke waktu.
Asatu Insight: Analisis ‘Cancel Culture’ Sejarah Versi asatunews.buzz βπ§
Kenapa kasus Perfect Crown ini bener-bener jadi alarm bahaya buat para aktor Korea di tahun 2026? Tim Admin punya analisis tajamnya:
Sensitivitas Kedaulatan Sejarah: Bagi publik Korea, distorsi sejarahβterutama yang menurunkan status Joseon menjadi seolah negara bawahanβadalah hal yang haram. Isu ini langsung menyentuh sentimen nasionalisme yang sangat tinggi, sehingga fiksi se-romantis apa pun tidak akan dimaafkan jika melanggar batas tersebut.
Beban Tanggung Jawab Aktor: Kasus ini membuktikan bahwa di era modern, tugas aktor tidak lagi cuma sekadar menghafal skrip dan berakting estetik di depan kamera. Aktor papan atas seperti Byeon Woo Seok dan IU kini dituntut punya historical awareness (kesadaran sejarah) sebelum menerima sebuah proyek besar.
Penyelamatan Karier yang Cepat: Langkah Woo Seok merilis permintaan maaf yang tulus tanpa pembelaan diri adalah strategi komunikasi yang tepat. Dengan mengakui kebodohannya secara terbuka, ia sedang berusaha meredam cancel culture netizen Korea sebelum dramanya benar-benar dipaksa bungkus dari stasiun TV.
Vibe Check: ππ Duh, sayang banget ya Bestie! Padahal akting Byeon Woo Seok sebagai Pangeran Ian sebenarnya dapet banget chemistry-nya. Menurut kalian, apakah permintaan maaf dari sang aktor sudah cukup tulus, atau tim produksi harus merombak total episode yang tersisa? Spill argumen kalian di kolom komentar!
